Home Uncategorized Cara Membuat Pupuk Kompos Dari Daun Kering Untuk Alternatif

Cara Membuat Pupuk Kompos Dari Daun Kering Untuk Alternatif

25
0
Cara Membuat Pupuk Kompos Dari Daun Kering

Halo, kali ini saya menulis artikel tentang cara membuat pupuk kompos dari daun kering. Daun-daun kering tentunya banyak bertebaran di daerah pemukiman kita, dan jumlahnya tidak bisa dihitung dengan tangan kita sendiri. Yang disapu setiap hari, yang kemudian dibakar dan mencemari udara.

Tapi kau tahu? Kalau daunnya dikeringkan, diolah, juga bisa menghasilkan uang. Kami dapat mendaur ulang lembaran yang tidak perlu dan kemudian menjual atau menggunakannya sendiri. Apalagi saat musim gugur tiba, banyak daun yang rontok dan bisa menghasilkan kompos lebih banyak.

Karena kini petani mulai melirik kompos setelah sekian lama menggunakan pupuk kimia. Hal ini karena kompos sebagai pupuk organik terbukti efektif sebagai penjamin kesuburan tanah jangka panjang.

Kompos berperan penting dalam membangun kesuburan tanah. Kompos memelihara dan memperbaiki tanah yang rusak tanpa merusak struktur. Hal ini karena pupuk yang diterapkan pada tanah meningkatkan produktivitas tanah.

Jadi apa itu kompos? Jika Anda belum tahu, kita akan berbicara tentang pengomposan sebelum artikel berlanjut.

 

Apasih Pupuk Kompos Itu?

Kompos merupakan hasil penguraian campuran zat organik yang dapat dipercepat dengan cara buatan. Yaitu oleh berbagai mikroba dalam kondisi lingkungan yang hangat, lembab dan aerobik atau anaerobik.

Pengomposan adalah proses penguraian bahan organik dengan cara biologis, yaitu oleh mikroba yang menggunakan bahan organik sebagai sumber energi.

 

Cara Membuat Pupuk Kompos Dari Daun Kering

Persiapan pembuatan pupuk kompos dari daun kering.

Pertama kali yang perlu Anda persiapkan untuk membuat pupuk kompos dari daun kering adalah menyiapkan peralatan dan bahan Anda terlebih dahulu, berikut deskripsinya:

  • Siapkan alat berkebun seperti sekop, cangkul, dan alat penyiram air
  • Jangan lupa untuk membuat wadah, seperti ember, kantong kompos berupa tutup plastik hitam
  • Alat lain yang akan Anda gunakan termasuk paku, palu, dan gergaji
  • Larutan EM4
  • Siapkan kayu dan terpal untuk nantinya dibuat menjadi media pengomposan

Persiapan media pupuk untuk kompos

  • Sebagai langkah pertama, Anda harus memilih lokasi yang lembab untuk tempat pengomposan.
  • Kedua, jaga agar ruang mudah diakses dan cukup luas
  • Untuk media, venue berupa atap berbentuk persegi dengan ukuran ideal 1x2x1m
  • Setelah dibuat, sekarang buatlah kantong kompos dengan cetakan yang sesuai dengan ukuran media pengomposan
  • Di bagian bawah terdapat lubang kecil yang berfungsi untuk menyaring air, bagian samping juga memiliki lubang untuk sirkulasi udara

Pemilihan daun untuk pengomposan

Setelah interval pengomposan selesai, langkah selanjutnya adalah memilih daun yang akan dijadikan pupuk organik. Ini adalah langkah-langkahnya:

  • Ada dua jenis daun yang disiapkan, yaitu daun kering dan daun basah, bebas dari daun basah
  • Pastikan daun basah segar tapi tidak kuning
  • Selain daun basah, Anda juga perlu membuat daun kering. Pastikan daun yang Anda kumpulkan adalah daun yang bersih dan tidak terkontaminasi
  • Dibutuhkan hingga 1: 3 antara daun basah dan daun kering untuk membandingkan jenis daun
  • Kemudian masukkan daun ke dalam ember untuk mencabik-cabik daunnya, kalian juga bisa menggunakan bantuan mesin pencacah kompos untuk mencacah daunnya

Penghancuran Daun

  • Anda dapat menggunakan gunting, arit, atau mesin penghancur untuk membuangnya
  • Anda bisa menambahkan material tambahan berupa puing-puing rumput untuk menghemat waktu dengan menambahkan nitrogen nantinya
  • Campur daun dan potongan rumput bersama-sama dalam mangkuk dan kemudian mulai merobek bahan
  • Setelah semua bahan diparut, masukkan bahan ke dalam wadah kompos

Pembuatan Kompos

Daun yang diparut sekarang ditempatkan di tempat sampah kompos untuk mulai mengkomposkan daun menjadi pupuk organik. Ini adalah langkah-langkahnya:

  • Siapkan tanah gembur atau humus sebagai lapisan
  • Sebelum menempatkan daun di tempat sampah kompos, tambahkan beberapa cetakan sebagai liner ke tempat sampah kompos
  • Kemudian tambahkan daun dan tutupi bagian atas daun dengan sedikit tanah
  • Ulangi langkah tersebut sampai daunnya hilang, lalu tutup dengan sekop dan tuangkan cairan EM4 yang sudah dilarutkan ke dalam air
  • Terakhir, tutup bahan dengan plastik/terpal dan tutup rapat dengan bahan penutup, lalu diamkan selama 6 minggu

Penambahan nitrogen

Nitrogen bermanfaat bagi tanaman agar terlihat lebih hijau, mempercepat pertumbuhan, dan meningkatkan kandungan protein tanaman. Ini adalah langkah-langkahnya:

  • Campurkan ± 20-25% bahan yang mengandung nitrogen dengan medium. Anda bisa menggunakan pupuk kandang.
  • Dan masukkan sisa-sisa dapur seperti sayuran, remah-remah teh, dan kopi. Hindari produk susu, serta daging atau roti padat.
  • Tumpuk berlapis-lapis di antara seprai.

Pencampuran Kompos

Pupuk dicampur sedemikian rupa sehingga mikroorganisme tercampur secara merata dan dapat terurai dalam produksi pupuk. Hal ini karena mikroorganisme berperan penting dalam penguraian daun menjadi pupuk.

Penting juga untuk menjaga kelembapan pupuk selama siklus pengomposan. Jadi saat cuaca kering, tuangkan pupuk dengan air atau gunakan selang. Selain itu, jangan lupa untuk membuat genangan air agar jamur tidak tumbuh.

Untuk memastikan kompos tetap basah sepanjang waktu, Anda dapat mengambil segenggam dan menguleninya. Jika basah, hanya beberapa tetes air yang keluar dari kompos.

Untuk pertama kali pengomposan sebaiknya tunggu 1-2 minggu. Panas yang menumpuk di tumpukan basah adalah bagian dari proses pengomposan. Atau yang sering disebut “memasak”. Lihat metode pencampuran di bawah ini:

  • Gali ke bagian bawah tumpukan kompos dengan sekop atau garpu dan balikkan.
  • Lapisan atas harus dikubur dan kompos daun akan terlihat sejuk dan basah di permukaan.
  • Kompos dicampur 3 kali seminggu atau setidaknya dua kali setiap dua minggu. Jika ini dilakukan berkali-kali, pengomposan akan lebih cepat dalam pengomposan atau pemasakan.
  • Jangan lupa untuk menutup tempat sampah kompos dengan tutup pelindung atau plastik agar panas dari kompos tidak keluar. Dan sesekali Anda perlu menambahkan sedikit air, tetapi jangan terlalu banyak, karena dapat menyebabkan jamur.
  • Aduk kompos ke dalam tanah setelah 4-9 bulan. Setelah warna kompos berubah menjadi coklat tua pekat, ketahuilah bahwa sekaranglah saatnya untuk menggunakannya.

 

Baiklah, itu tadi adalah cara membuat pupuk kompos dari daun kering yang bisa kalian praktekkan dan bisa menjadi alternatif pupuk hewani. Semoga saja bisa bermanfaat dan jangan lupa untuk mampir ke artikel lainnya, sampai jumpa di lain artikel, bye – bye!