Home Uncategorized Cara Mengelola Sampah Organik

Cara Mengelola Sampah Organik

28
0

Pengolahan sampah rumah tangga tidak selalu harus dilakukan dengan mesin berteknologi tinggi. Anda juga dapat dengan mudah mengolah sampah Anda sendiri. Dan cek juga mesin pencacah kompos dari rumah mesin. Sampah rumah tangga dapat diubah menjadi kompos atau barang daur ulang bermanfaat lainnya. Agar tidak penasaran, pikirkan cara mengelola sampah organik ini, yuk!

 

Cara Mengelola Sampah Organik

Pengelolaan sampah yang baik bertujuan untuk meningkatkan nilai ekonomis sampah atau mengubahnya menjadi bahan yang ramah lingkungan.

Dengan membuang sampah rumah tangga dengan benar, Anda dapat membantu mengurangi dampak negatif sampah terhadap lingkungan. Dirangkum dari beberapa sumber, berikut beberapa langkah pengelolaan sampah yang dapat membantu.

Pilah sampah berdasarkan jenisnya
Langkah pertama dalam membuang sampah rumah tangga adalah dengan memisahkannya berdasarkan jenisnya. (CNN Indonesia / Saphir Makki)

Secara umum sampah dapat dibedakan menjadi dua jenis, yaitu sampah organik dan anorganik. Sediakan dua tempat sampah berbeda di sekitar rumah yang sesuai untuk setiap jenis sampah.

Sampah organik adalah sampah yang berasal dari alam, seperti sisa makanan atau daun-daunan. Memang, semua sampah yang mudah terurai adalah sampah organik.

Sampah anorganik harus dibuang di satu tempat dengan fasilitas peleburan atau daur ulang plastik.

 

1. Mengolah sampah organik menjadi pupuk
Pengolahan sampah secara mandiri dapat dilakukan dengan menyisihkan sampah organik untuk diolah menjadi pupuk. Jenis pupuk yang diolah dari sampah organik adalah kompos, yang dapat digunakan untuk menyuburkan tanaman.

Perlu Anda ketahui, kompos yang terbuat dari sampah organik memiliki aroma yang menyengat. Bagi yang tidak tahan dengan baunya harus mengolahnya dan menyebarkannya kepada kerabat yang menjual tanaman atau memiliki hobi berkebun.

2. Lakukan Ecobrick
Sebagai orang awam, Anda tentu tidak mengerti apa yang dimaksud dengan “Ecobrick”. Ini adalah botol plastik yang diisi dengan sampah non-biologis untuk membuat blok bangunan yang dapat digunakan kembali nanti. Ecobrick adalah cara terbaik untuk mengolah sampah plastik agar tidak berakhir di tempat pembuangan sampah.

Dengan membuat Ecobrick, Anda melakukan yang terbaik untuk mencegah limbah dalam botol plastik melepaskan CO2 dan memperburuk pemanasan global. Eco-brick ini dapat digunakan untuk membuat furnitur modular, furnitur dalam ruangan, dinding penahan beban, dan banyak lagi.

3. Terapkan prinsip 3R
Prinsip 3R terdiri dari Reuse, Reduce (Mengurangi) dan Recycle (Mendaur Ulang). 3R merupakan perpanjangan dari pemisahan sampah menurut Art.

Prinsip 3R dapat diterapkan misalnya dengan menggunakan botol air mineral plastik yang dapat digunakan kembali sebagai vas bunga atau hiasan dinding. Intinya, prinsip 3R ini juga mengurangi akhir dari sampah plastik yang sulit terurai di tempat pembuangan sampah.

4. Ide untuk bank sampah
Sebenarnya ada banyak cara untuk mengelola sampah rumah tangga secara pribadi, salah satunya yaitu dengan menggagas ide bank sampah. Seperti yang kita ketahui bersama, bank sampah adalah tempat pengumpulan sampah plastik untuk didaur ulang.

Keunggulan bank sampah tidak hanya menguntungkan para penggagas bank sampah itu sendiri, tetapi juga nasabah yang menitipkan sampah plastiknya. Pelanggan juga menerima uang ketika mereka menyimpan sampah mereka di bank sampah ini.

5. Kurangi sampah sesuai kemampuanmu
Tahukah Anda bahwa Kisa dapat menghasilkan sampah berkilo-kilogram setiap hari? Nah, jika Anda ingin mengurangi sampah atau mendukung proses pengolahan sampah secara mandiri, mulailah dari diri Anda sendiri untuk mengurangi sampah sesuai dengan keahlian Anda.

Hal terpenting yang bisa dilakukan dimulai dengan mengurangi sisa makanan dengan menyelesaikan semua makanan yang tertelan. Selain itu, kurangi konsumsi air mineral kemasan dan bawa saja gelas atau botol minum sendiri.

Sekian artikel kami cek juga rumah mesin untuk mesin-mesin berkualitas tinggi dan jika ada salah di artikel ini mohon maaf